waktu terus berputar
otakku terus berpikir
tapakku pun terus melangkah
menembus dinding di depan
bertekad maju ke depan
dinding tertembus satu demi satu
mata tetap terpandang ke depan
memandang sinis
menatap semangat
pikiran fokus ke depan
diiringi semangat dari semua sisi
terobosan terobosan dilalui
satu kali meloncat melewati
mata pun mulai kabur
kaki mulai lelah
otak mulai pening
namun semngat tetap melaju
sampai di akhir
dinding hitam raksasa menghadang
berlapis baja baja tebal dan beton
terus mendorong
menghancurkan tanpa henti
segala cara dilakukan
namun tak tertembus
tetatp kokoh berdiri
dan...
perjalanan mulai berhenti
berkobar dalam hati untuk mengulangi
suatu saat akan hancur lebur berpuing
0 comments:
Post a Comment