Friday, May 23, 2014

Posted by dibalikkacamata |
Petang ini mulai menyurup
dilambai senja menghilang
bulan berkata riang pada malam
menari bintang bersiul merdu

singgasana tak lepas dari kaki
terpaku dalam peraduan yang sama
bulan hanya berkata riang
dan bintang hanya menari merdu
tak pula datang menghampiri diri

tertanam sudah bunga itu
apakah akan terpetik ?
ataukah hanya menyiraminya saja ?
atau juga akan layu begitu saja ?
tenggelam dalam lautan malam itu

melainkan...
bunga itu akan tetap di peraduannya
meski terpojok di sudut jendela sana

hingga tengah malam
bulan masih riang
bintang masih menari
dan bunga masih tertanam

Saturday, May 17, 2014

Posted by dibalikkacamata |
yaaa... aku ego
aku ego untuk memusuhimu
aku ego untuk membunuhmu
kau jamah keperawan negriku
kau rampas urat nadi bangsaku

yaaa... aku memang bajingan
bajingan yang akan memuncratkan darahmu
bajingan yang akan bermain main dengan kepalamu
hanya politik tai kucing yang kamu berikan
hanya muntahan moral yang slalu kamu segankan

yaaa... aku suram, aku kelam
aku kaum minor yang terjerumus kemaluan
malu akan dirimu
malu akan tingkahmu yang bejat itu
tanpa permisi merauk untung untuk dirimu
hahhahah

Sunday, February 2, 2014

Posted by dibalikkacamata |
kamis itu....
terngiang slalu dlm bayang
diatas dua roda meluncur pasti
menuju suatu tempat sederhana
memadukan obrolan yang biasa
tak luput orang lain melirik
memandang iri ingin meniru

detik demi detik...
terlewati dengan indah
canda tawa selalu mewangi
hiasi rangkaian kisah padu
melumurinya dengan olesan mentari

waktu menunjukkan pukul 17.00
hujan turun tanpa permisi
membasahi raga ini
roda dua terus melaju
melawan deras hujan
melewati jalan licin

saat itu..
terhentilah
di sebuah gubuk indah
sejenak merebahkan lelah
dengan minuman hangat
dan suasana manis
berteman lilin kecil

tergeletak tungkai
menjulur lurus
merenggangkan otot-otot kaku
dan bersenda gurau bersama
melodi indah pun mengiringi
dengan irama irama syahdu
membuat seru gelak tawa

kamis itu...
malam mulai malam
tertuju pusat kota
berdiam diri
beristirahat sejenak
angin pun memeluk hangat diri
tercium aroma surgawi
memekikan rangkaian kata
melewati hati
namun itu teranggap semu

yaa... kamis itu
memori yang tak terganti
kan terbayang selalu
meski teranggap semu