Tuesday, December 25, 2012

Posted by dibalikkacamata |
teriring waktu menjelang subuh
adzan memanggil dg syahdu
membasuh jiwa dg wudhu
terngiang khusuk dalm kolbu

matahari menerawang lewati jendela pagi
alunkan nada kicauan burung berseri
indahkan bening embun pagi
seraya hati kian bersemi

lantunan melodi yg ku mainkan
seakan menghibur hati yg tersisihkan
merebahkanku di padang ilalang
seakan terbang melayang

tertemu sesosok kian rupawan
indah nian paras menawan
seakan tak prnah terbayangkan
inikah ciptaanMu Tuhan

mencoba mendekat tapi ku malu
mencoba menjauh kakiku pun terpaku
berdetak jantung tak menentu
bergetar raga yang berpeluh

Friday, November 16, 2012

Posted by dibalikkacamata |
 
Saat bendera kuning berkibar
Tangis, duka terurai dalam air mata
Ringik-ringik tersedu-sedu selalu ada
Yaasin slalu terdengar  tujuh hari lamanya
Saat bendera kuning berkibar
Tak ada gelak tawa terjumpa
Jingkrak-jingkrak tak karuan tlah sirna
Laila ha illahi berkumandang menuju singgasana
Kini hanya nama yang tertinggal
Hanya kenangan yang mengganjal
Tak ada yang bisa memanggil kembali
Tak da yang bisa menghidupkan dari bumi
Harta
Tak dibawa ke bumi
Benda
Tak bisa jadi saksi
Saat bendera kuning berkibar
Apakah yang kau rasakan 
Manusia pribumi ?
Posted by dibalikkacamata |
Putih abu-abu
Tak ada yang semeriah itu
Kisah cinta
Kisah nestapa
ada padanya
Canda, tawa, duka, luka
Semua terukir di dalam benaknya
Problema, duri-duri
Terobati dengan cita
Putih abu-abu
Hanya memikirkan kesenangan yang tiada artinya
Narkoba, seks, dan pergaulan bebas lainnya
Rasa ingin tahu sangatlah tingginya
Putih abu-abu
Masa paling bergengsi
Baju-baju setrit telah terpakai rapi
Rok-rok cingkrang tlah menyelimuti diri
Menanti di tempat sepi mengais uang lelaki
Berbaris putih abu-abu tersusun rapi
Putih abu-abu melambai seri
Saat ilmu terurai prestasi
Senang-senang akan usaha keras selama ini
Terlihat memakai busana rapi
Dasi merah hati yang menari
Jas hitam yang menawan hati
Ilmu telah mengais rezeki
Tak perlu susah payah menanti
Posted by dibalikkacamata |
Kulihat reramaian kota
Indah, berseri, cerah
Ku berjalan setapak demi setapak
Menuju singgasana tercinta
Terlihat insan berkumpul
Menangis lirih tersedu
Entah kenapa aku tak tahu
Aku mencoba menerobos barisan
Terlihat sesosok raga dimandikan
Aku bertanya
Siapa?
Siapa?
Siapa dia?
Namun tak ada yang menjawab
Aku berteriak-teriak
Namun tak ada pula yang mendengarku
Kulihat mendekat
Mencari tahu siapa dia
Tersentak dalam jiwa
Tergetar dalam hati
Melihatnya
Dia , Aku

Posted by dibalikkacamata |
Malam kini tak seindah dulu
Malang tepaki bertemankan sepi
Lika-liku selalu di tempuh
Tanpa arah dan tujuan pasti 

Terdiam menyepi digelisah diri
Cahaya terang tak nampak lagi
Pungguk merindu bulan
Menanti jatuhnya bintang

Harapan indah telah sirna
Mimpi kelam selalu datang
Diatas kebimbangan
Diatas keterpurukan

Senyum selalu tampak
Di hati yang tak bergelak
Cinta selalu menerjang
Dalam topeng yang terpasang