1 2 3 langkah, melangkah bebarengan
menyatukan hati yang terbakar emosi
yang ingin meneriakkan bait bait patriotik
menguras otot membuka cakrawala baru
menyatukan hati yang terbakar emosi
yang ingin meneriakkan bait bait patriotik
menguras otot membuka cakrawala baru
Disana terkumpul sekumpulan binatang liar
yang gila akan semangat juang
menancapkan hasta ke langit
berikrar dengan nada indah
aku, dia dan mereka
tak ada lah beda
menginjak bumi
tertembus pelor
tertancap parang
yang gila akan semangat juang
menancapkan hasta ke langit
berikrar dengan nada indah
aku, dia dan mereka
tak ada lah beda
menginjak bumi
tertembus pelor
tertancap parang
hahah…
siapa lah bilang beda ?
hanya orang tolol tak berotak yang tak tahu akan elegi ini
yang kan menistakan darah segar yang tlah tercecer
yang kan khianati panji panji suci yang tlah terucap
siapa lah bilang beda ?
hanya orang tolol tak berotak yang tak tahu akan elegi ini
yang kan menistakan darah segar yang tlah tercecer
yang kan khianati panji panji suci yang tlah terucap
petak-petak tanah ini lagi berpihak kesana kemari
meladeni kuasa nafsu yang tak hanya birahi
menodai harga diri suci bunda pertiwi
mencobak cabik hati tulus sang Zamrud yang tak hijau kini
meladeni kuasa nafsu yang tak hanya birahi
menodai harga diri suci bunda pertiwi
mencobak cabik hati tulus sang Zamrud yang tak hijau kini
ari dikuliti paksa, diwarna satu warna
warna sang dewa sang propaganda
satu dua tiga langkah terhenti
tersesat buta arah dalam satu dua tiga elegi ini
warna sang dewa sang propaganda
satu dua tiga langkah terhenti
tersesat buta arah dalam satu dua tiga elegi ini
Serbuan-serbuan kosakata dari bahasa adikuasa
Makin mencabik-cabik bahasaku
Makin kacau balau bahasaku
Jangan sampailah bahasaku hilang....
Makin mencabik-cabik bahasaku
Makin kacau balau bahasaku
Jangan sampailah bahasaku hilang....
Dimana aku? Dimana kamu? Dan dimana mereka?
Aku yang sedari dulu menyejukkan hati bunda
Namun kau menyakitinya
Dan mereka menyiksa begitu saja
Aku yang sedari dulu menyejukkan hati bunda
Namun kau menyakitinya
Dan mereka menyiksa begitu saja
Sadarkah ?
bunda kini sakit, tersakiti karena anaknya sendiri
bak dayang sumbi
Terombang ambing oleh sumpah serapah anknya
Mengedepankan nafsu, membunuh hati nurani
Kembalilah anak kesayangan bunda,
Bunda rindu sumpahmu dulu
bunda kini sakit, tersakiti karena anaknya sendiri
bak dayang sumbi
Terombang ambing oleh sumpah serapah anknya
Mengedepankan nafsu, membunuh hati nurani
Kembalilah anak kesayangan bunda,
Bunda rindu sumpahmu dulu
0 comments:
Post a Comment